JAKARTA--MI: Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin menggambarkan betapa
dahsyatnya kekuasaan sekretariat gabungan (Sekber) yang saat ini duduk
bercokol Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebagai ketua harian.
Hal itu dianalogikan dari adanya istilah metafisika yang merujuk pada pengertian hal-hal yang di luar dunia fisik, bahkan beberapa menafsirkan hal ini terhadap hal-hal gaib (supernatural) dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata.
Keberadaan Sekber dalam sistem ketatanegaraan Indonesia tidak pernah tersirat maupun tersurat dalam konstitusi, tetapi ungkap Irman, harus diakui mempunyai kekuatan yang nyata untuk mempengaruhi jalannya pemerintahan. "Ini seperti bayang-bayang yang mempunyai kekuasan untuk mengontrol lembaga eksekutif dan legislatif dalam satu wadah," ungkap Irman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/5).
Posisi Sekber saat ini dinilai sebagai bibit penyakit kanker sistem tata negara di Indonesia, dimana dalam satu wadah disatukan antara kekuasaan legislatif dan eksekutif. Dan permasalahan inilah yang menurut Irman tidak saja menjadi bentuk pengkhianata terhadap mandat konstitusi, tetapi juga terhadap kedaulatan rakyat.
Meskipun begitu, Irman enggan menyebutnya sebagai inkonstitusional, tetapi lebih pada metakonstitusional. Tidak bisa inkonstitusional karena hak untuk berkumpul dan berserikat dijamin oleh UUD 1945. Namun, keberadaan Sekber ini jelas telah meniadakan fungsi check and balances parlemen terhadap eksekutif, begitu pula sebaliknya, eksekutif tidak bisa memutuskan kebijakan secara terbuka yang memang menjadi hak prerogratif eksekutif.
Irman menyebut, kewenangan yang dimiliki Sekber koalisi bahkan bisa menentukan hitam dan putih Indonesia. The real president, dan pemegang power adalah sekber. Hitam putih negara putih tidak lagi melalui pranata kenegaraan, dan cukup ditentukan di Diponegoro," ujar Irman. Bahkan kalaupun tetap dilanjutkan keberadaan Sekber ini, Irman mengkhawatirkan, daulat rakyat hanya sekadar manis di bibir saja. "Yang ada sekarang daulat Setgab (Sekber)," tandasnya. (ST/OL-03)
Jumat, 21 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar